BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
a.
Vitamin
Vitamin
merupakan suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita
yangberfungsi untuk membantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh.
Di dalam tubuh diperlukandalam jumlah
sedikit (micronutrient). Biasanya
tidak disintesis di dalam tubuh. Jika dapatdisintesis bermakna jumlah tidak
mencukupi kebutuhan tubuh sehingga harus diperoleh darimakanan. Beberapa
vitamin berfungsi langsung dalam metabolisme penghasilan energi.Berdasarkan
hidrofobisitasnya (kelarutannya dlm air), vitamin dibagi menjadi 2 :
1. Vitamin yang larut dalam lemak :
A, D, E, K
2. Vitamin yang larut dalam air : B
kompleks, C Jika konsumsi vitamin berlebihan :
a. Vitamin yang larut dalam
lemak di simpan dlm tubuh
b. Vitamin yang larut dalam air di
ekskresi Sebaliknya, gejala defisiensi lebih sering
terjadi pada vitamin yang larut
dalam air karenatidak dapat disimpan dalam
jaringan tubuh. Mineral
merupakan bahan inorganik yang dibutuhkan untuk
proses kehidupan baik dalambentuk ion atau elemen
bebas. Diperoleh dari
makanan karena tubuh tidak
dapat memproduksi.Berdasar jumlah yang
dibutuhkan tubuh dibagi 2
mikromineral dan makromineral yaitu:- Makromineral
: natrium, potasium, klorida,
magnesium, fosfor dan kalsium- Mikromineral :
besi, tembaga, zink, yodium,
dan fluoride. Mineral tersebut berfungsi sebagai
katalisator berbagai reaksi
biokimiawi dalam tubuhyaitu untuk transmisi sinyal
atau pesan pada sel saraf,
produksi hormon, pencernaan danpenggunaan
makanan serta merupakan bagian
dari organ vital seperti tulang, darah dan gigi.
b. Mineral
Setiap orang memerlukan berbagai zat gizi, baik
bagi anak-anak maupun orang dewasa. Anak-anak sangat membutuhkan nutrisi untuk
perkembangannya sedang orang dewasa
membutuhkannya untuk menjaga tubuh tetap sehat. Zat gizi adalah bahan-bahan kimia dalam makanan yang
memberikan energi bagi tubuh.Zat gizi dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu
makronutrisi dan mikronutrisi.Makronutrisi terdiri dari protein, lemak,
karbohidrat dan beberapa mineral yangdibutuhkan tubuh setiap hari dalam jumlah
yang besar. Mikronutrisi adalah nutrisiyang diperlukan tubuh dalam jumlah
sangat sedikit (hanya dalam ukuran miligramsampai mikrogram), seperti vitamin
dan mineral (Anonim, 2009).
1.2 TUJUAN
Masalah gizi menyebabkan kualitas sumber daya manusia menjadi rendah.
Oleh itu,diperlukan kesadaran pentingnya vitamin dan mineral sebagai salah
satu komponen dalammencapai gizi seimbang. Kekurangan vitamin dan mineral
banyak membawa penyakit-penyakityang merbahaya. Oleh itu, dibuat suatu program
pangan gizi. Adapun tujuan program pangan gizi yang dikembangkan untuk
mencapai Indonesia Sehat.
1.
Meningkatkan ketersediaan komoditas
pangan pokok dengan jumlah yang cukup, kualitasmemadai dan
tersedia sepanjang waktu melalui peningkatan produksi dan penganekaragamanserta
pengembangan produksi olahan.
2.
Meningkatkan penganekaragaman konsumsi pangan
untuk memantapkan ketahanan pangantingkat rumah tangga.
3.
Meningkatkan pelayanan gizi untuk mencapai keadaan gizi yang baik dengan menurunkanprevalensi
gizi kurang dan gizi lebih.
4.
Meningkatkan kemandirian keluarga dalam upaya
perbaikan status gizi untuk mencapai hidup sehat.
1.3 MANFAAT
1.
Dapat memberikan gambaran jelas mengenai masalah
pada defisiensi vitamin dan
mineral.
2.
memberi kesadaran untuk mengkomsumi gizi
seimbang agar tidak sakit
dan hidup
sehat.
3.
Mencapai pertumbuhan yang baik pada masa janin,
anak, remaja dan
lansia.
BAB
11
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 VITAMIN
1. Pengertian Vitamin A
Vitamin A adalah vitamin larut lemak yang
pertama ditemukan. Secara luas, vitamin Amerupakan nama generik yang menyatakan
semua retinoid dan prekursor/ provitamin A/karotenoid yang mempunyai aktivitas
biologik sebagai retinol. Dalam kondisi fisiologis yangnormal, hampir 90% dari
vitamin yang tersimpan dapat ditemukan di dalam hati.
Vitamin A adalah suatu Kristal alcohol
berwarna kuning. Di dalam tubuh, ia berfungsi dalam beberapabentuk ikatan kimia
aktif yaitu retinol ( bentuk alcohol); retinal (aldehida) dan asam
retinoat(bentuk asam).
2. Fungsi Vitamin A
a. PenglihatanVitamin A berfungsi dalam
penglihatan normal pada cahaya
remang. Di dalammata retinol, bentuk
vitamin yang didapat dari darah,
dioksidasi menjadi retinal. Retinalkemudian
mengikat protein opsin dan
membentuk pigmen visual merah-ungu
ataurodopsin. Rodopsin ada di dalam
sel khusus di dalam retina mata yaitu rod.
Bila cahayamengenai retina pigmen
visual merah-ungu ini berubah
menjadi kuning dan retinaldipisahkan dari
opsin. Pada saat itu, terjadi rangsangan
elektrokimia yang merambatsepanjang
saraf mata ke otak yang menyebabkan
terjadinya suatu bayangan
visual.Kebutuhan vitamin A untuk
penglihatan dapat dirasakan, bila kita dari
cahaya terang diluar kemudian memasuki
ruangan yang remang-remang
cahayanya. Mata membutuhkanwaktu untuk
dapat melihat. Kecepatan mata
beradaptasi setelah terkena cahaya
terangberhubungan langsung dengan
vitamin A yang tersedia di dalam darah
untuk membentuk rodopsin. Tanda
pertama kekurangan vitamin A adalah rabun
senja.
b. Diferensiasi SelDiferensiasi sel terjadi bila
sel-sel tubuh mengalami perubahan
dalam sifat ataufungsi semulanya.
Perubahan sifat dan fungsi sel ini adalah
salah satu karakteristik darikekurangan
vitamin A yang dapat terjadi pada tiap
tahap perkembangan tubuh. Didugavitamin
A, dalam bentuk asam retinoat
memegang peranan aktif dalam kegiatan
inti sel.Sel-sel yang mengalami
diferensiasi adalah sel-sel epitel khusus
seperti sel-sel goblet.Semua
permukaan tubuh dilapisi oleh sel-sel
epitel. Mukus melindungi sel-sel epitel
dari serbuan mikroorganisme dan partikel
lain yang berbahaya. Bila terjadi
infeksi, sel-selgoblet akan mengeluarkan
lebih banyak mukus yang akan
mempercepat pengeluaranmikroorganisme
tersebut. Kekurangan vitamin A
menghalangi fungsi sel-sel
kelenjar yang mengeluarkan mukus dan digantikan
oleh sel-sel epitel bersisik dan kering.
Kulitmenjadi kering dan kasar dan luka
sukar sembuh. Membran mukosa tidak dapat
mengeluarkan cairan mukus
dengan sempurna sehingga mudah terserang
bakteri. Perananvitamin A diduga
berkaitan dengan dua hal:
a)
peranan vitamin A dalam sintesisglikoprotein
khusus yang terlibat dalam
pembentukan membran sel yang
mengontroldiferensiasi sel.
b)
kompleks
vitamin A-CRBP masuk ke dalam nukleus sel sehinggamempengaruhi DNA.
c)
KekebalanVitamin A berpengaruh terhadap fungsi
kekebalan tubuh pada
manusia
dan hewan. Mekanisme sebenarnya belum diketahui. Retinol tampaknya
berpengaruhterhadap pertumbuhan dan diferensiasi limfosit B. Disamping itu,
kekurangan vitamin Amenurunkan respon antibodi yang bergantung pada sel T.
Dalam kaitan vitamin Adengan kekebalan ditemukan bahwa: ada hubungan kuat antara status vitamin A dan
resiko terhadap penyakit infeksi pernapasan, hubungan antara kekurangan vitamin
A pada campak cenderung menimbulkan komplikasi yang mengakibatkan kematian
. d) Pertumbuhan dan PerkembanganVitamin A
berpengaruh terhadap sintesis
protein, dengan demikian
terhadappertumbuhan sel. Vitamin A dibutuhkan
untuk perkembangan tulang dan sel
epitel yangmembentuk email dalam
pertumbuhan gigi. Pada kekurangan
vitamin A, pertumbuhantulang
terhambat dan bentuk tulang tidak
normal. Pada anak-anak, terjadi
kegagalandalam pertumbuhan. Vitamin
A dalam hal ini berperan sebagai
asam retinoat.
e)
Pencegahan
Kanker Kemampuan retinoid mempengaruhi perkembangan sel epitel dan
kemampuanmeningkatkan aktivitas sistem kekebalan diduga berpengaruh dalam
pencegahan kanker,terutama kanker kulit, paru-paru, payudara dan kantung kemih.
3.
Satuan yang Digunakan
1,0 g Retinol Ekivalen (RE)
= 1,0 µg retinol
= 6,0
µg beta-karoten
= 12,0 µg karotenoid lain
= 3,3 SI(Satuan Internasional) retinol
= 9,9
SI beta-karoten
4.
ABSORPSI, TRANSPORTASI dan METABOLISME
Karotenoid dan vitamin A dilepas dari
protein dilambung. Retinyl ester
dihidrolisis olehenzim pankreas esterase di usus
halus menjadi retinol (lebih
mudah diabsorbsi daripada ester). karoten dipecah menjadi dua
molekul
retinaldehid di mukosa usus, kemudian diubah menjadiretinyl ester.
Retinyl ester
ditransportasi dalam saluran limfe kemudian masuk darah
ke hatisebagai bagian
dari kilomikron dan lipoprotein. Dari hati,
retinol diikat oleh RBP (retinol bindingprotein) ke
sel target dalam kompleks prealbumin RBP membawa vitamin A sampai
keginjal dan ginjal mengambilnya dari sirkulasi darah. Perubahan
karoten
menjadi vitamin Adiatur dengan ketat, sehingga tidak terjadi
absorbsi berlebihan
(80-90% retinyl ester diabsorbsi,sedangkan karoten hanya 40-60%).
Faktor yang
mempengaruhi absorbsi karoten ialah: asaldan banyaknya lemak dalam
diet,
jumlah karotenoid dalam diet, digestibilitas makanan.
Sekitar 90% vitamin A
dalam tubuh disimpan di hati, sisanya disimpan dalam depot lemak,
paru
dan ginjal.
5.
AKIBAT KEKURANGAN VITAMIN A
Kekurangan vitamin A terutama terdapat pada
anak-anak balita. Kekurangan
vitamin Adapat merupakan kekurangan primer akibat kurang konsumsi
atau
kekurangan sekunder karenagangguan penyerapan dan penggunaanya
dalam
tubuh, kebutuhan yang meningkat ataupunkarena gangguan pada
konversi
karoten menjadi karoten. Salah satu tanda awal kekurangan vitamin
A adalah
buta senja ( niktalopia) yaitu ketidakmampuan menyesuaikan
penglihatan
daricahaya terang ke cahaya samar. Kornea mata terpengaruh secara
dini oleh
kekurangan vitaminA. Kelenjar air mata tidak mampu
mengeluarkan air mata
sehingga terjadi pengeringan padaselaput yang menutupi kornea
dengan tanda
pemburaman. Pelapisan sel epitel kornea yangakhirnya berakibat
melunaknya
dan bisa pecah yang menyebabkan kebutaan total. Beberapatanda dan
gejala lain
jika kekurangan vitamin A adalah kelelahan yang sangat, anemia,
kulitmenjadi
kering, gatal dan kasar. Pada rambut dapat terjadi kekeringan dan
gangguanpertumbuhan rambut dan kuku.
6.
SUMBER VITAMIN A
Sumber vitamin A yang sudah terbentuk
(performed) dalam makanan,
meliputi hati,susudan produk susu, telur serta ikan. Sumber
vitamin A yang
paling kaya adalah minyak hati ikanseperti hiu, cod. Pada ikan
laut, senyawa
alkohol vitamin A (retinol) merupakan bentuk simpanan vitamin
A1 sementara
simpanan vitamin A dalam ikan air tawar yang berupa senyawaalkohol
vitamin
A2 (3-dehidroretinol) hanya memiliki 40% aktivitas retinol.
Telur,susu
danproduk susu seperti keju dan mentega merupakan vitamin A dengan
konsentrasi sedang.Senyawa karotenoid provitamin A ditemukan pada
banyak
makanan nabati seperti jeruk, sayuranberwarna kuning serta jingga
dan sayuran
berwarna hijau gelap seperti bayam. Buah-buahanyang berwarna
kuning seperti
papaya, mangga serta jeruk dan sayuran seperti wortel, labukuning
serta
singkong kuning memiliki karotenoid provitamin A dengan jumlah
yang
signifikan.Minyak kelapa sawit merupakan sumber alami karotenoid
yang paling
kaya.
7.
KEBUTUHAN VITAMIN A
Pemenuhan kebutuhan vitamin A sangat penting
untuk pemeliharaan
kelangsungan hidupsecara normal. Kebutuhan tubuh akan vitamin A
untuk
orang Indonesia telah dibahas danditetapkan dalam Widyakarya
Nasional
pangan dan Gizi (2007) dengan mempertimbangkanfaktor-faktor khas
dari
kesehatan tubuh orang Indonesia.
8. PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN
Kekurangan makan makanan bergizi yang
berlarut-larut, selain membuat
orang menjadikurus juga
kekurangan vitamin-vitamin, termasuk kekurangan
vitamin A. Penyakit usus
yangmenahun akan mengakibatkan penyerapan vitamin
A dari usus terganggu. Untuk
melakukanpengobatan harus berobat pada dokter
dan biasanya dokter akan
memberikan suntikan vitamin Asetiap hari sampai
gejalanya hilang. Untuk
mencegah kekurangan vitamin A makanlah pepaya.
wortel dan sayur-sayuran yang berwarna. Program nasional pemberian
suplemen
vitamin Aadalah upaya penting untuk mencegah kekurangan vitamin A
di antara
anak-anak Indonesia.Tujuan Program ini adalah untuk
mendistribusikan kapsul
vitamin A pada semua anak di seluruhwilayah Indonesia dua kali
dalam satu
tahun. Setiap Februari dan Agustus, kapsul vitamin
Adidistribusikan secara gratis
kepada semua anak yang mengunjungi Posyandu dan Puskesmas.Vitamin
A yang
terdapat dalam kapsul tersebut cukup untuk membantu melindungi
anak-anak dari
timbulnya beberapa penyakit yang pada gilirannya akan membantu
menyelamatkanpenglihatan dan kehidupan mereka. Pemberian vitamin A
akan
memberikan perbaikan nyatadalam satu sampai dua minggu. Dianjurkan
bila
diagnosa defisiensi vitamin A ditegakkan maka berikan vitamin A
200.000 IU
peroral dan pada hari kesatu dan kedua. Belum ada perbaikanmaka
diberikan obat
yang sama pada hari ketiga. Biasanya diobati gangguan protein
kalorimalnutrisi
dengan menambah vitamin A, sehingga perlu diberikan perbaikan
gizi.
Pencegahandan pengobatan di kutip berdasarkan keterangan dari
brosur
suplementasi vitamin A kapsul yangterdiri dari :a. Kapsul vitamin A berwarna biru
(100.000 IU)Tiap kapsul mengandung vitamin A palmitat 1,7 juta IU
64.7059 mg
(setara dengan vitamin A100.000 IU) dengan dosis1) Pencegahan bayi
umur 6
bulan ± 11 bulan : 1 kapsul2) Bayi dengan tanda klinis
xerofthalmia :- Saat
ditemukan segera beri 1 kapsul- Hari berikutnya 1 kapsul- 4 minggu
berikutnya 1
kapsul3) Bayi dengan campak, pneumonia, diare, gizi buruk dan
infeksi lainnya
diberi 1 kapsul.b. Kapsul vitamin A berwarna merah (200.000
IU) tiap kapsul
vitamin A mengandung palmitat1,7 juta IU 129.5298 mg (setara
dengan vitamin
A 200.000 IU) dengan dosis:
1).
Pencegahan bayi umur 1 tahun ± 3 tahun : 1 kapsul.
2).
Bayi dengan tanda klinis xerofthalmia :- Saat ditemukan segera beri 1
kapsul-
Hari berikutnya 1 kapsul- 4 minggu
berikutnya 1 kapsul
3). Bayi dengan campak, pneumonia,
diare, gizi buruk dan infeksi dan infeksi
lainnya
diberi 1kapsul.
9. Jadwal Pemberian Dosis
Vitamin A
Anak- anak yang mengalami gizi kurang
mempunyai resiko yang tinggi
untuk
mengalamikebutaan sehubungan dengan
defisiensi vitamin A, karena
alasan ini vitamin A dosis tinggi harusdiberikan secara rutin untuk
semua anak
yang
mengalami gizi kurang pada hari pertama, kecualibila dosis yang sama
telah diberikan pada bulan yang lalu. Dosis tersebut adalah berikut:50.000
IU
untuk
bayi berusia < 6 bulan, 100.000 IU untuk bayi berumur 6 - 12
bulan ,
dan200.000
IU untuk anak berusia > 12 bulan. Jika terdapat tanda klinis dari
defisiensi
vitamin A(seperti rabun senja, xerosis konjungtiva dengan bitot¶s spot,
xerosis kornea atau ulceration,
atauketomalasia), maka dosis yang tinggi harus
diberikan untuk dua hari pertama, diikuti
dosis ketigasekurang-kurangnya 2
minggu kemudian.
2.2 VITAMIN D
1.
Fungsi Vitamin D
Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak
yang secara alami terdapat padamakanan sangat sedikit, ditambahkan kepada orang
lain, dan tersedia sebagai suplemenmakanan. Hal ini juga diproduksi endogen
ketika sinar ultraviolet dari sinar matahari menyerangkulit dan memicu sintesis
vitamin D. Vitamin D diperoleh dari paparan sinar matahari, makanan,dan
suplemen secara biologis inert dan harus menjalani dua hydroxylations dalam
tubuh untuk aktivasi.Yang pertama terjadi pada hati dan mengkonversi
vitamin D untuk 25-hidroksivitamin D[25 (OH) D], juga dikenal
sebagai calcidiol. Yang kedua terjadi terutama di ginjal
dan membentuk dihydroxyvitamin D-fisiologis aktif 1,25 [1,25 (OH)], juga
dikenal sebagaicalcitriol . Vitamin D mendorong penyerapan kalsium di usus dan
mempertahankan kalsiumserum yang memadai dan konsentrasi fosfat untuk
memungkinkan mineralisasi normal tulangdan mencegah tetany hypocalcemic. Hal
ini juga diperlukan untuk pertumbuhan tulang danremodeling tulang oleh
osteoblas dan osteoklas .Tanpa cukup vitamin D, tulang dapat menjaditipis,
rapuh, atau cacat. Kecukupan vitamin D mencegah rakhitis pada anak dan
osteomalaciapada orang dewasa . Bersama dengan kalsium, vitamin D juga membantu
melindungi orangdewasa yang lebih tua dari osteoporosis.Vitamin D memiliki
peran lain dalam tubuh, termasuk modulasi pertumbuhan sel, danfungsi kekebalan
neuromuskuler, dan pengurangan peradangan . Banyak gen encoding proteinyang
mengatur proliferasi sel, diferensiasi, dan apoptosis yang dimodulasi sebagian
oleh vitaminD . Banyak sel reseptor vitamin D, dan beberapa mengkonversi 25
(OH) D 1,25 (OH) Konsentrasi serum dari 25 (OH) D adalah indikator terbaik
status vitamin D. Hal inimencerminkan vitamin D diproduksi cutaneously dan
yang diperoleh dari makanan dansuplemen dan memiliki cukup lama beredar
setengah-hidup 15 hari . 25 (OH) D berfungsisebagai biomarker
pemaparan, tetapi tidak jelas sejauh mana 25 (OH) D tingkat juga
berfungsisebagai biomarker efek (yaitu, yang berkaitan dengan status kesehatan
atau hasil) . Serum 25(OH) D tingkat tidak menunjukkan jumlah
vitamin D disimpan dalam jaringan tubuh.Berbeda dengan 25 (OH) D, beredar
1,25 (OH) umumnya bukan merupakan indikator yang baik status vitamin D
karena memiliki kehidupan yang singkat-setengah dari 15 jam dankonsentrasi serum
erat diatur oleh hormon paratiroid, kalsium , dan
fosfat . Tingkat 1,25(OH) tidak biasanya menurun hingga kekurangan
vitamin D parah .Ada diskusi yang cukup konsentrasi serum 25 (OH) D yang
terkait dengan kekurangan(misalnya, rakhitis), kecukupan untuk kesehatan
tulang, dan kesehatan secara keseluruhan yangoptimal, dan titik potong belum
dikembangkan oleh proses konsensus ilmiah. Berdasarkan hasilpenelaahan atas
data kebutuhan vitamin D, sebuah komiti dari Institute of Medicinemenyimpulkan
bahwa orang-orang beresiko kekurangan vitamin D di serum 25 (OH) Dkonsentrasi
<30 nmol / L (<12 ng / mL). Beberapa berpotensi beresiko untuk tidak
mampu ditingkat berkisar 30-50 nmol / L (12-20 ng / mL). Hampir semua orang
yang cukup pada tingkat 50 nmol / L ( 20 ng / mL); panitia menyatakan bahwa 50 nmol /
L adalah serum 25 (OH)
2. Sumber Vitamin D
MakananSangat sedikit makanan di alam mengandung
vitamin D. daging ikan lemak (sepertisalmon, tuna, dan mackerel) dan Minyak
hati ikan adalah salah satu sumber terbaik [ 1 , 11 ]. Sejumlah kecil
vitamin D ditemukan pada hati sapi, keju, dan kuning telur. Vitamin Dpada
makanan ini terutama dalam bentuk vitamin D dan metabolitnya 25 (OH).Beberapa
jamur memberikan vitamin D dalam jumlah bervariasi [ 13 ,
14 ].Jamur dengan kadar vitamin D ditingkatkan dari yang terkena
sinar ultraviolet di bawah kondisiterkontrol juga tersedia.
3. Paparan sinar matahari
Kebanyakan
orang memenuhi setidaknya beberapa vitamin D perlu
Melalui paparan
sinar matahari. Ultraviolet (UV) B dengan panjang gelombang
290-32 nanometer ditemukanmenembus kulit dan
mengkonversi kulit 7-
dehydrocholesterol untuk previtamin
D yang pada gilirannya menjadi vitamin D
Musim, waktu, panjang hari, cakupan
awan, asap, melaninkonten kulit, dan tabir
surya adalah salah satu faktor yang
mempengaruhi paparan radiasi UV dan
vitamin sintesis D.
4.
Defisiensi Vitamin D
Kekurangan gizi biasanya hasil daripada
ketidakcukupan diet, gangguan
penyerapan,peningkatan kebutuhan,
atau ekskresi meningkat. Kekurangan vitamin
D dapat terjadi jik asupan
biasanya lebih rendah daripada tingkat yang
direkomendasikan dari waktu ke
waktu,paparan sinar matahari terbatas, ginjal
tidak dapat mengubah 25 (OH) D
bentuk aktif, ataupenyerapan vitamin D dari
saluran pencernaan tidak memadai.
D-kekurangan vitamin dietberhubungan
dengan alergi susu, intoleransi
laktosa, ovo-vegetarian, dan veganisme .Rakhitis
dan osteomalacia adalah penyakit
klasik kekurangan vitamin D. Pada anak-
anak,kekurangan vitamin D menyebabkan
rakhitis, penyakit yang ditandai dengan
kegagalan jaringantulang untuk benar
mengisikan dengan mineral, sehingga tulang
lunak dan kelainan
bentuk tulang . Rakhitis pertama kali dijelaskan pada
pertengahan abad ke-17 oleh para
peneliti Inggris. Pada abad ke-20 ke-19 awal dan
akhir, dokter Jerman mencatat bahwa
mengkonsumsi 1-3sendok teh / hari hati
minyak ikan bisa membaikkan rakhitis
. Lama menyusui eksklusif
tanpasuplementasi vitamin
D-direkomendasikan AAP merupakan penyebab
signifikan rakhitis,terutama pada
bayi berkulit gelap disusui oleh ibu yang tidak
penuh vitamin D. Tambahan penyebab
rakhitis termasuk penggunaan tabir surya
ekstensif dan penempatananak-anak
dalam program penjagaan anak (nursery
), di mana mereka sering memiliki
aktivitasluar ruangan yang kurang dari paparan
sinar matahari . Pada orang
dewasa, kekurangan vitaminD dapat menyebabkan
osteomalacia, sehingga tulang lemah .
Gejala nyeri tulang dan kelemahanotot dapat
menunjukkan tingkat vitamin D tidak
memadai, tetapi gejala tersebut dapat halus
dan tidak terdeteksi dalam tahap awal.
s
5. Kelebihan Vitamin D
Keracunan vitamin D dapat
menyebabkan gejala yang tidak spesifik seperti
anoreksia,penurunan berat badan,
poliuria, dan aritmia jantung. Lebih serius, itu
juga dapat meningkatkankadar
kalsium darah yang mengarah ke dan jaringan
kalsifikasi pembuluh darah, dengan
kerusakan setelah jantung, pembuluh darah
dan ginjal.
2.3 MINERAL
Mineral adalah suatu unsur atau
senyawa yang dalam keadaan normalnyamemilili
unsur kristal dan terbentuk dari
hasil proses geologis. Istilah mineraltermasuk tidak
hanya bahan komposisi kimia tetapi
juga struktur mineral. Mineraltermasuk dalam
komposisi unsur murni dan garam
sederhana sampai silikat yangsangat kompleks
dengan ribuan bentuk yang diketahui
(senyawaan organikbiasanya tidak termasuk).
Ilmu yang mempelajari mineral
disebut mineralogi(Anonim, 2008). Beberapa
mineral dibutuhkan tubuh dalam
jumlah yang banyakseperti kalsium, fosfat,
natrium, klorida, magnesium dan
kalium, yakni sekitar (1-2 gram/hari).
Stabilitas mineral selama proses dan
penyimpanan ternyata mineral lebihresistan
dalam proses pabrik daripada
vitamin. Factor-kaktor yang merugikan:panas, udara,
cahaya, kelembaban (untuk tembaga,
besi, dan seng).
Bioavailabilitas dari mineral yaitu
tingkat yang menunjukkan jumlahpencernaan
nutrisi yang diabsorbsi dan tersedia
untuk tubuh disebut bioaviabilitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar