DAFTAR ISI

Kamis, 26 Januari 2012

DEVINISI VITAMIN, DLL




BAB 1 
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
    a. Vitamin
            Vitamin merupakan suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yangberfungsi untuk membantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh.
     Di dalam tubuh diperlukandalam jumlah sedikit  (micronutrient).  Biasanya tidak disintesis di dalam tubuh. Jika dapatdisintesis bermakna jumlah tidak mencukupi kebutuhan tubuh sehingga harus diperoleh darimakanan. Beberapa vitamin berfungsi langsung dalam metabolisme penghasilan energi.Berdasarkan hidrofobisitasnya (kelarutannya dlm air), vitamin dibagi menjadi 2 :
    1. Vitamin yang larut dalam lemak :  A, D, E, K 
    2. Vitamin yang larut dalam air : B kompleks, C Jika konsumsi vitamin berlebihan :
         a. Vitamin yang larut dalam lemak di simpan dlm tubuh
         b. Vitamin yang larut dalam air di ekskresi Sebaliknya, gejala defisiensi lebih sering       
              terjadi pada vitamin yang larut dalam air karenatidak dapat disimpan dalam           
              jaringan tubuh. Mineral merupakan bahan inorganik yang dibutuhkan untuk 
              proses  kehidupan baik dalambentuk ion atau elemen bebas. Diperoleh dari
              makanan  karena tubuh tidak dapat memproduksi.Berdasar jumlah yang
              dibutuhkan tubuh dibagi 2 mikromineral dan makromineral yaitu:- Makromineral
             : natrium, potasium, klorida, magnesium, fosfor dan kalsium- Mikromineral :
              besi, tembaga, zink, yodium, dan fluoride. Mineral tersebut berfungsi sebagai
              katalisator berbagai reaksi biokimiawi dalam tubuhyaitu untuk transmisi sinyal
              atau  pesan pada sel saraf, produksi hormon, pencernaan danpenggunaan
              makanan serta merupakan bagian dari organ vital seperti tulang, darah dan gigi.


     b. Mineral
             Setiap orang memerlukan berbagai zat gizi, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Anak-anak sangat membutuhkan nutrisi untuk perkembangannya sedang     orang dewasa membutuhkannya untuk menjaga tubuh tetap sehat. Zat gizi adalah  bahan-bahan kimia dalam makanan yang memberikan energi bagi tubuh.Zat gizi dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu makronutrisi dan mikronutrisi.Makronutrisi terdiri dari protein, lemak, karbohidrat dan beberapa mineral yangdibutuhkan tubuh setiap hari dalam jumlah yang besar. Mikronutrisi adalah nutrisiyang diperlukan tubuh dalam jumlah sangat sedikit (hanya dalam ukuran miligramsampai mikrogram), seperti vitamin dan mineral (Anonim, 2009).

1.2  TUJUAN

      Masalah gizi menyebabkan kualitas sumber daya manusia menjadi rendah. Oleh itu,diperlukan kesadaran pentingnya vitamin dan mineral sebagai salah satu komponen dalammencapai gizi seimbang. Kekurangan vitamin dan mineral banyak membawa penyakit-penyakityang merbahaya. Oleh itu, dibuat suatu program pangan gizi.  Adapun tujuan program pangan gizi yang dikembangkan untuk mencapai Indonesia Sehat.
1.      Meningkatkan ketersediaan komoditas pangan pokok dengan jumlah yang cukup, kualitasmemadai dan tersedia sepanjang waktu melalui peningkatan produksi dan penganekaragamanserta pengembangan produksi olahan.
2.      Meningkatkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memantapkan ketahanan pangantingkat rumah tangga.
3.      Meningkatkan pelayanan gizi untuk mencapai keadaan gizi yang baik dengan menurunkanprevalensi gizi kurang dan gizi lebih.
4.      Meningkatkan kemandirian keluarga dalam upaya perbaikan status gizi untuk mencapai hidup sehat.

1.3 MANFAAT

1.      Dapat memberikan gambaran jelas mengenai masalah pada defisiensi vitamin dan   
             mineral.
2.      memberi kesadaran untuk mengkomsumi gizi seimbang agar tidak sakit  
             dan hidup sehat.
3.      Mencapai pertumbuhan yang baik pada masa janin, anak, remaja dan
             lansia.


BAB 11
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  VITAMIN
1. Pengertian Vitamin A
   Vitamin A adalah vitamin larut lemak yang pertama ditemukan. Secara luas, vitamin Amerupakan nama generik yang menyatakan semua retinoid dan prekursor/ provitamin A/karotenoid yang mempunyai aktivitas biologik sebagai retinol. Dalam kondisi fisiologis yangnormal, hampir 90% dari vitamin yang tersimpan dapat ditemukan di dalam hati.
   Vitamin A adalah suatu Kristal alcohol berwarna kuning. Di dalam tubuh, ia berfungsi dalam beberapabentuk ikatan kimia aktif yaitu retinol ( bentuk alcohol); retinal (aldehida) dan asam retinoat(bentuk asam).
       2. Fungsi Vitamin A
a.  PenglihatanVitamin A berfungsi dalam penglihatan normal pada cahaya         
     remang. Di dalammata retinol, bentuk vitamin yang didapat dari darah,     
     dioksidasi menjadi retinal. Retinalkemudian mengikat protein opsin dan
     membentuk pigmen visual merah-ungu ataurodopsin. Rodopsin ada di dalam  
     sel khusus di dalam retina mata yaitu rod. Bila cahayamengenai retina pigmen
     visual  merah-ungu ini berubah menjadi kuning dan retinaldipisahkan dari
     opsin. Pada saat itu, terjadi rangsangan elektrokimia yang merambatsepanjang
     saraf mata ke otak yang menyebabkan terjadinya suatu bayangan
     visual.Kebutuhan vitamin A untuk penglihatan dapat dirasakan, bila kita dari
     cahaya terang diluar kemudian memasuki ruangan yang remang-remang
     cahayanya. Mata membutuhkanwaktu untuk dapat melihat. Kecepatan mata
     beradaptasi setelah terkena cahaya terangberhubungan langsung dengan
     vitamin A yang tersedia di dalam darah untuk membentuk rodopsin. Tanda
     pertama kekurangan vitamin A adalah rabun senja.


 b.  Diferensiasi SelDiferensiasi sel terjadi bila sel-sel tubuh mengalami perubahan
      dalam sifat ataufungsi semulanya. Perubahan sifat dan fungsi sel ini adalah
      salah satu karakteristik darikekurangan vitamin A yang dapat terjadi pada tiap  
      tahap perkembangan tubuh. Didugavitamin A, dalam bentuk asam retinoat
      memegang peranan aktif dalam kegiatan inti sel.Sel-sel yang mengalami
      diferensiasi adalah sel-sel epitel khusus seperti sel-sel goblet.Semua
      permukaan tubuh dilapisi oleh sel-sel epitel. Mukus melindungi sel-sel epitel
      dari serbuan mikroorganisme dan partikel lain yang berbahaya. Bila terjadi
      infeksi, sel-selgoblet akan mengeluarkan lebih banyak mukus yang akan
      mempercepat pengeluaranmikroorganisme tersebut. Kekurangan vitamin A
      menghalangi fungsi sel-sel kelenjar yang mengeluarkan mukus dan digantikan
      oleh sel-sel epitel bersisik dan kering. Kulitmenjadi kering dan kasar dan luka
      sukar sembuh. Membran mukosa tidak dapat mengeluarkan cairan mukus
      dengan sempurna sehingga mudah terserang bakteri. Perananvitamin A diduga
      berkaitan dengan dua hal:
a)      peranan vitamin A dalam sintesisglikoprotein khusus yang terlibat dalam  
      pembentukan membran sel yang mengontroldiferensiasi sel.
b)       kompleks vitamin A-CRBP masuk ke dalam nukleus sel  sehinggamempengaruhi DNA.
c)      KekebalanVitamin A berpengaruh terhadap fungsi kekebalan tubuh pada
manusia dan hewan. Mekanisme sebenarnya belum diketahui. Retinol tampaknya berpengaruhterhadap pertumbuhan dan diferensiasi limfosit B. Disamping itu, kekurangan vitamin Amenurunkan respon antibodi yang bergantung pada sel T. Dalam kaitan vitamin Adengan kekebalan ditemukan bahwa:  ada hubungan kuat antara status vitamin A dan resiko terhadap penyakit infeksi pernapasan, hubungan antara kekurangan vitamin A pada campak cenderung menimbulkan komplikasi yang mengakibatkan kematian
. d)      Pertumbuhan dan PerkembanganVitamin A berpengaruh terhadap sintesis
           protein, dengan demikian terhadappertumbuhan sel. Vitamin A dibutuhkan
           untuk perkembangan tulang dan sel epitel yangmembentuk email dalam
           pertumbuhan gigi. Pada kekurangan vitamin A, pertumbuhantulang
           terhambat dan bentuk tulang tidak normal. Pada anak-anak, terjadi
           kegagalandalam pertumbuhan. Vitamin A dalam hal ini berperan sebagai
            asam retinoat.  
e)       Pencegahan Kanker Kemampuan retinoid mempengaruhi perkembangan sel epitel dan kemampuanmeningkatkan aktivitas sistem kekebalan diduga berpengaruh dalam pencegahan kanker,terutama kanker kulit, paru-paru, payudara dan kantung kemih.

3.      Satuan yang Digunakan
              1,0 g Retinol Ekivalen (RE)    = 1,0 µg retinol
                                                               = 6,0 µg beta-karoten
                                                   = 12,0 µg karotenoid lain
                                                   = 3,3 SI(Satuan Internasional) retinol
                                                   = 9,9 SI beta-karoten 

4.      ABSORPSI, TRANSPORTASI dan METABOLISME
        Karotenoid dan vitamin A dilepas dari protein dilambung. Retinyl ester     
dihidrolisis olehenzim pankreas esterase di usus halus menjadi retinol (lebih  
mudah diabsorbsi daripada ester). karoten dipecah menjadi dua  molekul
retinaldehid di mukosa usus, kemudian diubah menjadiretinyl ester. Retinyl ester
ditransportasi dalam saluran limfe kemudian masuk darah ke hatisebagai bagian
dari kilomikron dan lipoprotein. Dari hati, retinol diikat oleh RBP (retinol bindingprotein) ke
sel target dalam kompleks prealbumin RBP membawa vitamin A sampai
keginjal dan ginjal mengambilnya dari sirkulasi darah. Perubahan karoten
menjadi vitamin Adiatur dengan ketat, sehingga tidak terjadi absorbsi berlebihan
(80-90% retinyl ester diabsorbsi,sedangkan karoten hanya 40-60%). Faktor yang
mempengaruhi absorbsi karoten ialah: asaldan banyaknya lemak dalam diet,
jumlah karotenoid dalam diet, digestibilitas makanan. Sekitar 90%  vitamin A
dalam tubuh disimpan di hati, sisanya disimpan dalam depot lemak, paru
dan ginjal. 

5.      AKIBAT KEKURANGAN VITAMIN A
       Kekurangan vitamin A terutama terdapat pada anak-anak balita. Kekurangan
vitamin Adapat merupakan kekurangan primer akibat kurang konsumsi atau  
kekurangan sekunder karenagangguan penyerapan dan penggunaanya dalam
tubuh, kebutuhan yang meningkat ataupunkarena gangguan pada konversi
karoten menjadi karoten. Salah satu tanda awal kekurangan vitamin A adalah
buta senja ( niktalopia) yaitu ketidakmampuan menyesuaikan penglihatan
daricahaya terang ke cahaya samar. Kornea mata terpengaruh secara dini oleh
kekurangan vitaminA.  Kelenjar air mata tidak mampu mengeluarkan air mata
sehingga terjadi pengeringan padaselaput yang menutupi kornea dengan tanda
pemburaman. Pelapisan sel epitel kornea yangakhirnya berakibat melunaknya
dan bisa pecah yang menyebabkan kebutaan total. Beberapatanda dan gejala lain
jika kekurangan vitamin A adalah kelelahan yang sangat, anemia, kulitmenjadi
kering, gatal dan kasar. Pada rambut dapat terjadi kekeringan dan
gangguanpertumbuhan rambut dan kuku.

6.      SUMBER VITAMIN A
       Sumber vitamin A yang sudah terbentuk (performed) dalam makanan,
meliputi hati,susudan produk susu, telur serta ikan. Sumber vitamin A yang
paling kaya adalah minyak hati ikanseperti hiu, cod. Pada ikan laut, senyawa
alkohol vitamin A (retinol) merupakan bentuk simpanan vitamin A1 sementara
simpanan vitamin A dalam ikan air tawar yang berupa senyawaalkohol vitamin
A2 (3-dehidroretinol) hanya memiliki 40% aktivitas retinol. Telur,susu
danproduk susu seperti keju dan mentega merupakan vitamin A dengan
konsentrasi sedang.Senyawa karotenoid provitamin A ditemukan pada banyak
makanan nabati seperti jeruk, sayuranberwarna kuning serta jingga dan sayuran
berwarna hijau gelap seperti bayam. Buah-buahanyang berwarna kuning seperti
papaya, mangga serta jeruk dan sayuran seperti wortel, labukuning serta
singkong kuning memiliki karotenoid provitamin A dengan jumlah yang
signifikan.Minyak kelapa sawit merupakan sumber alami karotenoid yang paling
kaya.

7.      KEBUTUHAN VITAMIN A 
      Pemenuhan kebutuhan vitamin A sangat penting untuk pemeliharaan
kelangsungan hidupsecara normal. Kebutuhan tubuh akan vitamin A untuk
orang Indonesia telah dibahas danditetapkan dalam Widyakarya Nasional
pangan dan Gizi (2007) dengan mempertimbangkanfaktor-faktor khas dari
kesehatan tubuh orang Indonesia.

8.      PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN
      Kekurangan makan makanan bergizi yang berlarut-larut, selain membuat
orang menjadikurus juga kekurangan vitamin-vitamin, termasuk kekurangan
vitamin A. Penyakit usus yangmenahun akan mengakibatkan penyerapan vitamin
A dari usus terganggu. Untuk melakukanpengobatan harus berobat pada dokter
dan biasanya dokter akan memberikan suntikan vitamin Asetiap hari sampai
gejalanya hilang. Untuk mencegah kekurangan vitamin A makanlah pepaya.
wortel dan sayur-sayuran yang berwarna. Program nasional pemberian suplemen
vitamin Aadalah upaya penting untuk mencegah kekurangan vitamin A di antara
anak-anak Indonesia.Tujuan Program ini adalah untuk mendistribusikan kapsul
vitamin A pada semua anak di seluruhwilayah Indonesia dua kali dalam satu
tahun. Setiap Februari dan Agustus, kapsul vitamin Adidistribusikan secara gratis
kepada semua anak yang mengunjungi Posyandu dan Puskesmas.Vitamin A yang
terdapat dalam kapsul tersebut cukup untuk membantu melindungi anak-anak dari
timbulnya beberapa penyakit yang pada gilirannya akan membantu
menyelamatkanpenglihatan dan kehidupan mereka. Pemberian vitamin A akan
memberikan perbaikan nyatadalam satu sampai dua minggu. Dianjurkan bila
diagnosa defisiensi vitamin A ditegakkan maka berikan vitamin A 200.000 IU
peroral dan pada hari kesatu dan kedua. Belum ada perbaikanmaka diberikan obat
yang sama pada hari ketiga. Biasanya diobati gangguan protein kalorimalnutrisi
dengan menambah vitamin A, sehingga perlu diberikan perbaikan gizi.
Pencegahandan pengobatan di kutip berdasarkan keterangan dari brosur
suplementasi vitamin A kapsul yangterdiri dari :a. Kapsul vitamin A berwarna biru
(100.000 IU)Tiap kapsul mengandung vitamin A palmitat 1,7 juta IU 64.7059 mg
(setara dengan vitamin A100.000 IU) dengan dosis1) Pencegahan bayi umur 6
bulan ± 11 bulan : 1 kapsul2) Bayi dengan tanda klinis xerofthalmia :- Saat
ditemukan segera beri 1 kapsul- Hari berikutnya 1 kapsul- 4 minggu berikutnya 1
kapsul3) Bayi dengan campak, pneumonia, diare, gizi buruk dan infeksi lainnya
diberi  1 kapsul.b. Kapsul vitamin A berwarna merah (200.000 IU) tiap kapsul
vitamin A mengandung palmitat1,7 juta IU 129.5298 mg (setara dengan vitamin
A 200.000 IU) dengan dosis:
            1).  Pencegahan bayi umur 1 tahun ± 3 tahun : 1 kapsul.
      2).  Bayi dengan tanda klinis xerofthalmia :- Saat ditemukan segera beri 1 kapsul-
           Hari berikutnya 1 kapsul- 4 minggu berikutnya 1 kapsul
          3).   Bayi dengan campak, pneumonia, diare, gizi buruk dan infeksi dan infeksi   
                 lainnya diberi 1kapsul. 

9.      Jadwal Pemberian Dosis Vitamin A
 
             Anak- anak yang mengalami gizi kurang mempunyai resiko yang tinggi
       untuk  mengalamikebutaan sehubungan dengan defisiensi vitamin A, karena     
       alasan ini vitamin A dosis tinggi harusdiberikan secara rutin untuk semua anak     
       yang mengalami gizi kurang pada hari pertama, kecualibila dosis yang sama   
       telah diberikan pada bulan yang lalu. Dosis tersebut adalah berikut:50.000 IU
              untuk bayi berusia < 6 bulan, 100.000 IU untuk bayi berumur 6  -  12 bulan ,  
              dan200.000 IU untuk anak berusia > 12 bulan.  Jika terdapat tanda klinis dari
              defisiensi vitamin A(seperti rabun senja, xerosis konjungtiva dengan bitot¶s spot,
              xerosis kornea atau ulceration, atauketomalasia), maka dosis yang tinggi harus
              diberikan untuk dua hari pertama, diikuti dosis ketigasekurang-kurangnya 2
              minggu kemudian.


2.2  VITAMIN D

1.      Fungsi Vitamin D

Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak yang secara alami terdapat padamakanan sangat sedikit, ditambahkan kepada orang lain, dan tersedia sebagai suplemenmakanan. Hal ini juga diproduksi endogen ketika sinar ultraviolet dari sinar matahari menyerangkulit dan memicu sintesis vitamin D. Vitamin D diperoleh dari paparan sinar matahari, makanan,dan suplemen secara biologis inert dan harus menjalani dua hydroxylations dalam tubuh untuk aktivasi.Yang pertama terjadi pada hati dan mengkonversi vitamin D untuk 25-hidroksivitamin D[25 (OH) D], juga dikenal sebagai calcidiol. Yang kedua terjadi terutama di ginjal dan membentuk dihydroxyvitamin D-fisiologis aktif 1,25 [1,25 (OH)], juga dikenal sebagaicalcitriol . Vitamin D mendorong penyerapan kalsium di usus dan mempertahankan kalsiumserum yang memadai dan konsentrasi fosfat untuk memungkinkan mineralisasi normal tulangdan mencegah tetany hypocalcemic. Hal ini juga diperlukan untuk pertumbuhan tulang danremodeling tulang oleh osteoblas dan osteoklas .Tanpa cukup vitamin D, tulang dapat menjaditipis, rapuh, atau cacat. Kecukupan vitamin D mencegah rakhitis pada anak dan osteomalaciapada orang dewasa . Bersama dengan kalsium, vitamin D juga membantu melindungi orangdewasa yang lebih tua dari osteoporosis.Vitamin D memiliki peran lain dalam tubuh, termasuk modulasi pertumbuhan sel, danfungsi kekebalan neuromuskuler, dan pengurangan peradangan . Banyak gen encoding proteinyang mengatur proliferasi sel, diferensiasi, dan apoptosis yang dimodulasi sebagian oleh vitaminD . Banyak sel reseptor vitamin D, dan beberapa mengkonversi 25 (OH) D 1,25 (OH) Konsentrasi serum dari 25 (OH) D adalah indikator terbaik status vitamin D. Hal inimencerminkan vitamin D diproduksi cutaneously dan yang diperoleh dari makanan dansuplemen dan memiliki cukup lama beredar setengah-hidup 15 hari . 25 (OH) D berfungsisebagai biomarker pemaparan, tetapi tidak jelas sejauh mana 25 (OH) D tingkat juga berfungsisebagai biomarker efek (yaitu, yang berkaitan dengan status kesehatan atau hasil) . Serum 25(OH) D tingkat tidak menunjukkan jumlah vitamin D disimpan dalam jaringan tubuh.Berbeda dengan 25 (OH) D, beredar 1,25 (OH) umumnya bukan merupakan indikator yang baik status vitamin D karena memiliki kehidupan yang singkat-setengah dari 15 jam dankonsentrasi serum erat diatur oleh hormon paratiroid, kalsium , dan fosfat . Tingkat 1,25(OH) tidak biasanya menurun hingga kekurangan vitamin D parah .Ada diskusi yang cukup konsentrasi serum 25 (OH) D yang terkait dengan kekurangan(misalnya, rakhitis), kecukupan untuk kesehatan tulang, dan kesehatan secara keseluruhan yangoptimal, dan titik potong belum dikembangkan oleh proses konsensus ilmiah. Berdasarkan hasilpenelaahan atas data kebutuhan vitamin D, sebuah komiti dari Institute of Medicinemenyimpulkan bahwa orang-orang beresiko kekurangan vitamin D di serum 25 (OH) Dkonsentrasi <30 nmol / L (<12 ng / mL). Beberapa berpotensi beresiko untuk tidak mampu ditingkat berkisar 30-50 nmol / L (12-20 ng / mL). Hampir semua orang yang cukup pada tingkat 50 nmol / L ( 20 ng / mL); panitia menyatakan bahwa 50 nmol / L adalah serum 25 (OH)


2.      Sumber Vitamin D

MakananSangat sedikit makanan di alam mengandung vitamin D. daging ikan lemak (sepertisalmon, tuna, dan mackerel) dan Minyak hati ikan adalah salah satu sumber terbaik [ 1 , 11 ]. Sejumlah kecil vitamin D ditemukan pada hati sapi, keju, dan kuning telur. Vitamin Dpada makanan ini terutama dalam bentuk vitamin D dan metabolitnya 25 (OH).Beberapa jamur memberikan vitamin D dalam jumlah bervariasi [ 13 , 14 ].Jamur dengan kadar vitamin D ditingkatkan dari yang terkena sinar ultraviolet di bawah kondisiterkontrol juga tersedia.


3.      Paparan sinar matahari

                        Kebanyakan orang memenuhi setidaknya beberapa vitamin D perlu        
            Melalui paparan sinar matahari. Ultraviolet (UV) B dengan panjang gelombang       
            290-32  nanometer ditemukanmenembus kulit dan mengkonversi kulit 7-
            dehydrocholesterol untuk previtamin D yang pada gilirannya menjadi vitamin D
            Musim, waktu, panjang hari, cakupan awan, asap, melaninkonten kulit, dan tabir  
            surya adalah salah satu faktor yang mempengaruhi paparan radiasi UV dan       
            vitamin sintesis D.

4.      Defisiensi Vitamin D

            Kekurangan gizi biasanya hasil daripada ketidakcukupan diet, gangguan     
            penyerapan,peningkatan kebutuhan, atau ekskresi meningkat. Kekurangan vitamin    
            D dapat terjadi jik asupan biasanya lebih rendah daripada tingkat yang
            direkomendasikan dari waktu ke waktu,paparan sinar matahari terbatas, ginjal       
            tidak dapat mengubah 25 (OH) D bentuk aktif, ataupenyerapan vitamin D dari
            saluran pencernaan tidak memadai. D-kekurangan vitamin dietberhubungan
            dengan alergi susu, intoleransi laktosa, ovo-vegetarian, dan veganisme .Rakhitis
            dan osteomalacia adalah penyakit klasik kekurangan vitamin D. Pada anak-
            anak,kekurangan vitamin D menyebabkan rakhitis, penyakit yang ditandai dengan
           kegagalan jaringantulang untuk benar mengisikan dengan mineral, sehingga tulang
           lunak dan kelainan bentuk tulang . Rakhitis pertama kali dijelaskan pada
           pertengahan abad ke-17 oleh para peneliti Inggris. Pada abad ke-20 ke-19 awal dan
           akhir, dokter Jerman mencatat bahwa mengkonsumsi 1-3sendok teh / hari hati
           minyak ikan bisa membaikkan rakhitis .  Lama menyusui eksklusif
           tanpasuplementasi vitamin D-direkomendasikan AAP merupakan penyebab
           signifikan rakhitis,terutama pada bayi berkulit gelap disusui oleh ibu yang tidak
           penuh vitamin D. Tambahan penyebab rakhitis termasuk penggunaan tabir surya
           ekstensif dan penempatananak-anak dalam program penjagaan anak (nursery
           ), di mana mereka sering memiliki aktivitasluar ruangan yang kurang dari paparan
          sinar matahari .  Pada orang dewasa, kekurangan vitaminD dapat menyebabkan
          osteomalacia, sehingga tulang lemah . Gejala nyeri tulang dan kelemahanotot dapat      
          menunjukkan tingkat vitamin D tidak memadai, tetapi gejala tersebut dapat halus
          dan tidak terdeteksi dalam tahap awal.
s

5.      Kelebihan Vitamin D

            Keracunan vitamin D dapat menyebabkan gejala yang tidak spesifik seperti                 
            anoreksia,penurunan berat badan, poliuria, dan aritmia jantung. Lebih serius, itu
            juga dapat meningkatkankadar kalsium darah yang mengarah ke dan jaringan  
            kalsifikasi pembuluh darah, dengan kerusakan setelah jantung, pembuluh darah     
            dan ginjal.


    2.3  MINERAL

           Mineral adalah suatu unsur atau senyawa yang dalam keadaan normalnyamemilili  
           unsur kristal dan terbentuk dari hasil proses geologis. Istilah mineraltermasuk tidak
           hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral. Mineraltermasuk dalam  
           komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yangsangat kompleks
           dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organikbiasanya tidak termasuk).
           Ilmu yang mempelajari mineral disebut mineralogi(Anonim, 2008). Beberapa  
           mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyakseperti kalsium, fosfat,
           natrium, klorida, magnesium dan kalium, yakni sekitar (1-2 gram/hari).
           Stabilitas mineral selama proses dan penyimpanan ternyata mineral lebihresistan  
           dalam proses pabrik daripada vitamin. Factor-kaktor yang merugikan:panas, udara,
           cahaya, kelembaban (untuk tembaga, besi, dan seng).
           Bioavailabilitas dari mineral yaitu tingkat yang menunjukkan jumlahpencernaan
           nutrisi yang diabsorbsi dan tersedia untuk tubuh disebut bioaviabilitas.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar